Antasari Azhar: Kalau Saya Punya Kewenangan, Sudah Saya Bongkar Kasus Ini

Posted on
Antasari Azhar
Antasari Azhar

 

Pasca dibebaskan bersyarat, Antasari Azhar menyatakan bahwa ia akan beristirahat tiga bulan dulu sebelum ia bisa memutuskan untuk mengungkap kebenaran terkait kasus yang membuatnya dipenjara, yakni kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen.

“Kalau tanya itu berarti pertanyaan itu untuk tiga bulan lagi. Sekarang saya lagi istirahat, bayar nazar ziarah orang tua, ke leluhur saya. Itu dulu saya laksanakan. Setelah itu Januari saya mau umroh. Setelah umroh baru kita bicara itu. Terlalu dini kita bicara itu sekarang,” kata Antasari usai syukuran di Hotel Grand Zuri, BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (26/11/2016).

Antasari menjelaskan bahwa tiga bulan usai hari bebas bersyarat dirinya ini digunakan untuk menyusun langkah membongkar kasusnya. Dia juga mengaku bahwa ia sama sekali tak takut untuk mengungkap kebenaran.

“Saya takut sama siapa? Saya sudah menjalani tujuh tahun enam bulan loh. Apa yang saya takutkan? Cuma nanti ada waktunya. Kita perlu taktik, perlu strategi,” kata Antasari.

Antasari menekankan bahwa ia memerlukan taktik jitu agar ia tak gagal di tengah jalan mengingat ia tak punya kekuatan istimewa dimata hukum. Dia hanya akan menjalankan pengungkapan kasus sesuai koridor hukum.

“Dan satu hal, kalau saya punya kewenangan hari ini, mungkin sudah saya bongkar. Tapi saya tidak punya kewenangan. Kita harus melalui lembaga yang formal. Kalau lembaga formal itu tidak mau? Kita harus melalui upaya lagi, pelan-pelan dong. Ibaratnya mencari jarum di jerami itu,” kata Antasari.

Meskipun menyatakan bahwa ia sudah tak memiliki kekuatan hukum, namun pada acara syukurannya terlihat tokoh-tokoh penting seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Jusuf Kalla pun mendukung upaya pengungkapan kebenaran kasus Antasari Azhar.

“Support maksimal mereka. Cuma pada akhirnya kan saya yang harus buka. Biarlah proses itu nanti yang membuka,” kata Antasari.

Antasari merasakan ada kepedulian dari pimpinan negara. Ia menceritakan bahwa Presiden Jokowi bahkan meminta maaf karena tidak bisa hadir di acara syukurannya tersebut. Sebagaimana diketahui, Jokowi sedang berada di Makassar untuk meresmikan Pelabuhan Perikanan Untia.

“Dari Pak Jokowi telepon kira-kira pukul 10.00 WIB, ‘Mohon maaf Pak Antasari, saya lagi di Makassar ada kegiatan kenegaraan’ Ada peresmian apa begitu. ‘Oh ya enggak apa-apa, Pak,’ saya katakan. Beliau ada kepedulian,” ungkap Antasari.