Inilah Pasir Hisap Misterius yang Pernah Sedot Ribuan Kapal

Posted on
Goodwin Sands, amusingplanet.com
Goodwin Sands, amusingplanet.com

Mungkin kita sudah biasa mendengar cerita tentang Segitiga Bermuda di wilayah perairan Atlantik yang menyedot ratusan kapal dan pesawat secara misterius.

Nah ternyata, ada sebuah wilayah yang tak kalah misterius dari Segitiga Bermuda, yaitu Goodwin Sands.

Goodwin Sands adalah pasir gosong sepanjang 10 mil (16 km) di Selat Inggris, di lepas Pantai Kent, Inggris.

amusingplanets.com
amusingplanets.com

Goodwin Sands sudah lama dikenal sebagai dataran pasir misterius yang konon pernah menenggelamkan lebih dari 1.000 kapal. Dilansir dari laman Amusing Planet melalui tribunnews.com, sejak kapal karam pertama didokumentasikan pada tahun 1298, hingga saat ini ada lebih dari 2 ribu kapal diyakini telah rusak di sini. Puluhan bangkai kapal pun ditemukan masih berada di bawah gelombang.

Kasus paling parah terjadi pada tahun 1703, sedikitnya 40 kapal dagang karam di Downs dan menelan 2.168 nyawa.

Reruntuhan Goodwin Sands, amusingplanet.com
Reruntuhan Goodwin Sands, amusingplanet.com

Lalu pada 1809, tiga kapal milik East India Company yang membawa kargo besi, senjata, jangkar, dan 48 ton koin perusahaan tenggelam terhisap pasir di Goodwin Sand saat berlayar menuju London. Bangkai kapal dan satu juta koin yang dibawa telah ditemukan pada tahun 1984. Bangkai Admiral Gardner itu kini ditetapkan sebagai kawasan lindung dengan zona eksklusi 300 meter di sekitar sisa-sisanya.

amusingplanet.com
amusingplanet.com

Sampai saat ini, para ilmuwan belum bisa menjelaskan mengapa banyak kapal besar tenggelam di wilayah itu. Biasanya, kapal akan menepi ke daratan pasir ini saat cuaca buruk atu untuk beristirahat. Kini, dengan teknologi modern navigasi, khususnya yang dibantu oleh GPS dan pemetaan rinci saluran, memungkinkan kapal untuk menghindari Goodwin Sands. Karena wilayah ini sangat berbahaya, Goodwin Sands kini dilindungi sebagai situs bersejarah berdasarkan undang-undang Protection of Wrecks Act agar kejadian masa silam tidak terulang lagi.

sumber: tribunnews.com